Entri yang Diunggulkan

Belayar Tanpa Peta

  Berlayar Tanpa Peta By dillarach   Mungkin bagi sebagian orang samudra itu menyeramkan Berombak ganas dan garang tanpa ampunan M...

Rabu, 28 Agustus 2019

Aku Aman !

Aku Aman 

Ingatan ini melayang, sekilas setelah ku pandang foto bersamanya beberapa waktu silam, kenangan itu sangat berkesan. Namanya Ilse Ortiz, ya..... aku bisa memanggilnya Ilse. ia berasal dari Morelia, Mexico. Seorang master pianis yang sangat menginspirasi. Kisah ini berawal dari rasa penasaran ku melihat rombongan tim budaya asal mexico yang ternyata nampak seorang waita yang menggunakan hijab. yaa! tepat sekali, dia lah orangnya. Paras anggunnya tak menutup kepribadian lemah lembut dalam dirinya. 

Cerita dari ilse, untuk menjadi seorang pianis hebat ia harus merelakan setiap malamnya untuk latihan. Right! setiap malam di bawah bimbingan pelatihnya yang berkebangsaan Rusia, dia dididik dengan sangat keras dan disiplin. Baginya waktu malam yang sunyi adalah waktu yang tepat dalam mencari inspirasi dan ide-ide aransmen nada. Sembilan tahun dia berjuang untuk mencapai standar pianis hebat, hingga sekarang ia menjadi seorang conductor dan pelatih untuk murid-muridnya. akupun sempat ditunjukan beberapa foto dan video konser. Dibalik gaun yang cantik, dentingan irama piano yang lembut ada sosok anggun dengan jari lentik yang sedang memainkannya. Refleks, aku bertanya," siapa itu ?" (karena aku lihat wanita itu tak berhijab ) ia pun menjawab sambil menutup video tersebut. " itu aku, sebelum menjadi Mu'allaf "

Enam tahun bukanlah waktu yang mudah baginya. selama ini dia berjuang mempertahankan keyakinan sendirian. keluarganya tak ada satupun yang muslim. Hidayah itu bermula ketika 6 bulan ia tinggal bersama keluarga temannya di Turkey. Ia bilang kenyamanan itu muncul dalam dirinya, dan pada saat itulah ia memutuskan untuk memilih jalan Islam. Menjadi Minoritas di Mexico tidak menghalanginya dalam berkarya. Tapi coba bayangkan kita hidup dalam negara yang Muslim nya bisa dihitung jari, yaaa... 20 orang saja kurang lebih muslim di Mexico. Ilse menjalani puasa yang lebih lama dari waktu indonesia. Bahkan, usai sholat idul fitri ia hanya bertelfon dengan teman turkeynya. cukup! iya cukup itu saja, kemudian ia pergi bekerja seperti biasanya. Dialah yang membuat aku sadar bahwa keimananku belum ada apa-apanya  dibanding dirinya yang hidup dalam rimba raya kebebasan.

Ilse ortiz bagiku adalah orang yang humoris, hangat, dan bersahabat. Teringat ketika ia belajar mengucap kata "Mollen" (javanese : nama salah satu kue di bojonegoro) yang sangat disukainya. Malam sebelum kita berpisah esok harinya, ia berkata: "Terimakasih, Aku Aman". Sejenak aku menahan nafas, menatapnya dengan pelukan cinta. Mendengarnya bercerita tentang "The dangers country-nya" yang sangat tidak aman bagi seorang perempuan keluar sendirian, negara penuh gemerlap party, pesta judi, serta gudang kebebasan, Tapi disana dia sendirian, kesepian dalam keteguhan iman. " Jangan khawatir tentangku, aku cukup merasa senang disini, melihat semua orang tersenyum, menyapa dan menghargaiku. Entah kemana saja kumelangkah, disini aku merasa sangat aman. Kalian saudara seiman yang menentramkan, Terimakasih " katanya.

Bagiku kata-kata itu adalah hal yang sangat menyentuh. Melankolis! seperti dentingan pianonya. Ehe,lalu malam itu kita berpelukan, saling menguatkan, dan berdoa agar suatu saat kita bisa bertemu kembali dengan sejuta kisah abadi, ditempat yang spesial pula. ya! tempat selain indonesia (Semoga) bercerita tentang keteguhan, kesabaran, bahkan tertawa bersama melihat tingkah lucu  Ilse memakan Mollen kesukaannya. Haha

Sederhana saja! Allah menciptakan kisah berbeda bagi masing-masing hambanya agar dunia ini seimbang, ada yang lemah untuk dikuatkan, ada saudara untuk rasakan nyaman, ada keluarga agar kita bisa pulang, ada yang putih ada yang hitam, ada malam juga karena siang. 

فاذكرونى اذكركم واشكرولى ولا تكفرون 
Jadi, Nikmatilah kehidupan !

11 komentar: