Entri yang Diunggulkan

Belayar Tanpa Peta

  Berlayar Tanpa Peta By dillarach   Mungkin bagi sebagian orang samudra itu menyeramkan Berombak ganas dan garang tanpa ampunan M...

Rabu, 17 Juni 2020


Catatan dibalik corona
Tidak ada yang bererti banyak dan
Tidak banyak yang benar-benar berarti
Oleh : Dilla Rachma Aprilia

Gemuruh mendung menghitam
Seiring dengan datangnya pesan
Untuk meninggalkan tanah perantauan

Aku dan teman-teman cepat-cepat berkemas sambil was-was
Saling mempertanyakan keadaan yang samar nan berabu
Para pimpinan menyalami kami dengan kerelaan hati
“Nak, pulanglah! Sebelum semua mengeruh dan menghitam”
“kembalilah ketika langit benar-benar cerah”, katanya.

Pertanyaan itu terjawab
Setelah sesampainya dirumah
Keluarga dengan tulus mendekap

Hari demi hari kekalutan itu nampak semakin jelas
Wabah, toghun, menjadi kabut yang menghalangi pandangan
Corona yang awalnya merebak di negeri elit
Kini geram mencengkram ibu pertiwi

Pertanyaan demi pertanyaan mengusik pilu
Terasa ngilu di angan
Sampa kapan kami harus bertahan
Berdiam dirumah sambil disuguhi kabar kematian

Lalu bagaimana nasib mereka?
Mereka yang berjualan gorengan di gerbang asrama?
Mereka yang berjualan kelapa muda di trowongan kampus?
Bagaimana dengan mereka yang berjualan susu kedelai di depan sekolah?

Apakah masih bisa makan?
Apakah anak istrinya tak kelaparan?

Hhhffttt....
Coba! Mari kita renungkan
Mereka yang tidak ikut berbuat, tapi merekalah yang ditenggat
Mereka yang tak ikut berulah, tapi justru mereka yang tumpah
Mereka yang tak mengerti apa-apa, tapi sadisnya merekalah yang jadi tumbalnya

Lantas bagaimana mereka?
Mereka hanya bisa berkata “Tuhan pasti telah memperhitungkan semua kejadian ini”
Haha...
Itu hanya untuk melipur dadanya sendiri yang sesak
Sekarat

Tapi itu benar! Ya! Semua itu benar
Mensucikan batin dan menghitung dosa
Adalah satu-satunya peti emas uantuk menyelesaikan misi ini
Sudahilah
Sudahilah kedustaan dan segala ulah liciknya tangan!
Lewat pandemi ini tuhan telah titipkan pesan
“Bahwa tidak ada yang berarti banyak dan tidak banyak yang benar-benar berarti”


https://www.youtube.com/channel/UCalytIIjxrQMAS3TW9jfttA

Minggu, 26 Januari 2020

Potential Source


Malang, 27 Januari 2020
JAMU TRADISIONAL MENJADI CAMILAN SEHAT KELUARGA

Ekstrak rempah jamu gendong (jamu tradisional) menjadi camilan sehat keluarga Indonesia di era modern.


Indonesia adalah negara yang terkenal akan kekayaan alam yang sangat luarbiasa. Seperti rempah-rempah dan tanaman herbal serta produk hayati lainnya.Warga Indonesia pasti tidak asing lagi dengan istilah jamu tradisional. Kata “Jamu” yang berasal dari bahasa jawa memiliki arti sebagai “obat” yang mana fungsinya bisa memulihkan penyakit kesehatan manusia.
Di jaman yang serba modern ini, tentulah para produsen jamu harus berfikir keras akan keunggulan produk serta kreatifitas pemasarannya. Tentunya tanpa menghilangkan kemurnian kandungan rempah tradisional yang digunakan. Tuntutan keadaan ini membuat para produsen jamu memunculkan banyak sekali inovasi baru dalam bisnisnya. Termasuk bagaimana cara pengemasan, pengembangan varian rasa, serta model pemasaran.
Desa Karangrejo merupakan salah satu desa di daerah Kab. Malang yang terkenal sebagai icon “Desa Wisata Edukasi Jamu Gendong”. Mayoritas penduduknya (85 %) berprofesi sebagai produsen jamu. Ibu Shofi misalnya, beliau adalah salah satu anggota paguyuban jamu desa yang memiliki inovasi yang berbeda dari penjual lainnya. Dalam proses produksinya ibu Shofi menciptakan ekstrak jamu tradisional menjadi jamu instan yang sangat mudah dikonsumsi tanpa mengurangi cita rasa dan khasiatnya. Contoh modernitas produk ekstrak jamu ialah permen dan serbuk jamu instan dengan varian rasa yang beragam.

   *Produk ekstrak jamu varian rasa “Jahe”
Permen jamu yang dihasilkan memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan jamu gendong cair biasanya. Produk olahan ekstrak jamu ini bisa bertahan lama dan memiliki daya tarik tersendiri dalam pengemasannya. Dari dahulu kita selalu berfikir bahwa jamu tradisional adalah cairan fresh sekali minum yang mudah basi jika dibiarkan beberapa lama serta hanya bisa didapati di desa. Kini hal tersebut bisa diatasi dengan inovasi baru yang ditawarkan.
Omset penjualan ekstrak jamu ini pun semakin meningkat karena produk memiliki jangkauan pengiriman ke beberapa daerah yang sangat jauh dan relatif luas. Disamping itu produsen juga telah memasok produk tersebut ke beberapa minimarket, mall dan koperasi masyarakat. Hal ini sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat karena dengan cara inilah keluarga indonesia bisa mengkonsumsi camilan sehat tersebut tanpa harus bersusah payah mencari penjual jamu gendong di desa-desa. Tujuan utamanya adalah untuk menjadikan keluarga indonesia sehat serta mengaplikasikan nilai cinta produk dalam negeri.                    



Sourse : Ds. Karangrejo, Kec. Kromengan, Kab. Malang
"KKM Uin Maliki Mengabdi 2020 kelompok 165"